Rabu, 21 Februari 2018

Presentasi Pengembangan Diri ke IVd

Pada bulan Oktober 2017 kami PNS berjumlah 24 guru golongan IV c telah selesai mengikuti presentasi  pengembangan diri,  publikasi ilmiah jurnal ilmiah dan buku ber-ISBN dan karya inovasi di Kemendikbud Jakarta. Saya, Bapak Bambang N (SMPN 26 Surabaya) dan Umi Kulsum MTsN 1 Surabaya selesai tanpa syarat.
MODEL presentasi seperti berikut
1. Dokumentasi
2. File yang dipresentasikan

Sabtu, 13 Januari 2018

    Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SD Hanya Tiga Mata Pelajaran  11 Januari 2018  ← Back Jakarta, Kemendikbud --- Mulai tahun 2018, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan kebijakan baru untuk ujian akhir di jenjang sekolah dasar (SD), yakni dengan menerapkan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) bagi peserta didik kelas 6. USBN di tingkat SD hanya menguji tiga mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno mengatakan, sebelumnya pada tahun 2017 ada dua jenis ujian di jenjang SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), yaitu US/M dan Ujian Sekolah. Kemudian tahun ini berubah menjadi USBN dan Ujian Sekolah. Lima mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Sekolah adalah Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Seni Budaya dan Keterampilan, dan Penjaskes dan Olahraga. Dengan perubahan format ujian dari US/M menjadi USBN, maka berubah pula pola pembuatan naskah soal ujian. Sebelumnya, pada US/M, sebanyak 25 persen soal disiapkan oleh Pusat sebagai soal jangkar atau anchor, dan 75 persen soal disiapkan oleh guru dan dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi dan Kantor Wilayah Kementerian Agama. Sekarang, pada USBN 2018, sebesar 20 persen hingga 25 persen soal disiapkan oleh Pusat sebagai soal jangkar (anchor), dan 75 persen hingga 80 persen disiapkan oleh guru yang tergabung dalam kelompok kerja guru (KKG). “Sedangkan untuk ujian sekolah atau US, 100 persen soal disiapkan sekolah berdasarkan kisi-kisi nasional yang disiapkan oleh pusat,” ujar Kabalitbang Kemendikbud, Totok Suprayitno, dalam Diskusi Kebijakan Pendidikan tentang USBN 2018 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (10/1/2018). Totok mengatakan, soal untuk USBN SD juga akan menyertakan esai sebanyak 10 persen dari total soal. Hal ini berbeda dengan US/M yang berlaku pada tahun sebelumnya, di mana semua soal berbentuk pilihan ganda. Kemudian untuk lima mata pelajaran pada Ujian Sekolah, soal-soal akan dibuat oleh guru masing-masing sekolah. Meksipun begitu, Kemendikbud akan mendorong guru-guru untuk membuat soal Ujian Sekolah dengan kombinasi antara pilihan ganda dan esai. “Esai sangat bagus untuk kompetensi generasi abad 21,” ujar Totok. Secara teknis, untuk SD/MI yang sudah bisa menerapkan ujian berbasis komputer, soal-soal berbentuk pilihan ganda akan dikerjakan dengan menggunakan komputer, baik untuk USBN maupun Ujian Sekolah. Kemudian soal esai akan dikerjakan siswa pada kertas esai (secara manual). (Desliana Maulipaksi) Sumber :   Penulis : pengelola web kemdikbud Editor : Dilihat 990 kali Hak Cipta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Republik Indonesia © 2015

Jumat, 26 Mei 2017

Masuk HOME NASIONAL REGIONAL MEGAPOLITAN INTERNASIONAL OLAHRAGA KILAS DAERAH EKONOMI BOLA   TEKNO SAINS ENTERTAINMENT OTOMOTIF LIFESTYLE PROPERTI TRAVEL EDUKASI KOLOM IMAGES   KOMPASIANA JUARA.NET OTOMANIA KOMPASKARIER GRAMEDIA NEWS MENU News Edukasi Siapa dan Apa Ajaran Ki Hadjar Dewantara? Selasa, 2 Mei 2017 | 13:43 WIB KOMPAS.com – Coba diingat-ingat benar, siapa itu Ki Hadjar Dewantara? Nama aslikah itu? Apa pula ajarannya sampai tanggal lahirnya ditetapkan menjadi hari besar nasional? Tebakan paling baik, yang teringat dari nama ini mungkin kurang lebih hanya, “Umm... tokoh pendidikan nasional?” Tak usah malu atau merasa dipermalukan kalau tak juga mendapatkan informasi tambahan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Banyak orang sekarang bisa jadi punya ingatan sama pendeknya soal nama ini. Kalaupun ada tambahan informasi yang teringat, paling banter ya Hari Pendidikan Nasional yang dirayakan setiap 2 Mei ini punya kaitan dengan Ki Hadjar Dewantara. Soal ajarannya, barangkali hanya anak-anak generasi Orde Baru yang tumbuh besar dalam deretan slogan dan jargon yang masih ingat beberapa hapalan tentangnya. “Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani,” tiga frasa yang dulu rutin jadi soal ulangan atau pertanyaan di ujian kecakapan Pramuka tentang ajarannya. Terjemahan bebas dalam Bahasa Indonesia kurang lebih, “Di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberikan dorongan.” Sederet slogan tersebut sampai kini resminya masih menjadi acuan bagi guru dalam mendidik para siswanya. Setidaknya, frasa “tut wuri handayani” masih setia terpajang sebagai bagian dari logo Kementerian Pendidikan Nasional. Ki Hadjar Dewantara adalah nama alias untuk Raden Mas Soewardi Soerjaningrat sejak 1922. Lahir pada 1889, tanggal kelahirannya ditetapkan menjadi Hari Pendidikan Nasional, yaitu setiap 2 Mei. Penelusuran Kompas.com mendapati penetapan Hari Pendidikan Nasional ini muncul di Keputusan Presiden Nomor 316 tahun 1959 dan aturan lain sesudah itu yang merujuk kepada aturan tersebut. Itu pun, “tentang”-nya adalah “Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur” bersama sejumlah hari peringatan lain. Merujuk harian Kompas edisi 2 Mei 1968, penetapan tersebut merupakan bentuk penghargaan Pemerintah atas jasa Ki Hadjar Dewantara yang telah memelopori sistem pendidikan nasional berbasis kepribadian dan kebudayaan nasional. Penggunaan nama alias pada 1922 bertepatan dengan langkah Ki Hadjar Dewantara mendirikan sekolah Taman Siswa di Yogyakarta. Sejak itu, kiprahnya di dunia pendidikan terus berlanjut, sejalan dengan semangatnya melawan penjajahan. Halaman selanjutnya: Fatwa ajaran Page: 12Show All Penulis: Palupi Annisa Auliani Editor: Amir Sodikin TAG: sekolah Hari Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara Ada 1 komentar untuk artikel ini Kompas.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE panglima pandu Selasa, 02 Mei 2017 | 14:54 semangat mengenang dan meneladani ajaran adiluhung pendahulu kita.......smoga bisa... (0) (0) Tanggapi Laporkan TERKINI "Kartu Sakti Ancol", Tiket Belajar Sepuasnya di Luar Kelas! BRANDZVIEW - 3 hari lalu Binus Raih "Best Companies to Work for in Asia" EDUKASI - 4 hari lalu Generasi Milenial Terancam Pengangguran EDUKASI - 4 hari lalu Sorot Problematika Dunia, Telkom Gelar Kompetisi BRANDZVIEW - 6 hari lalu Butuh Trik untuk Mengajar Generasi Milenial EDUKASI - 1 minggu lalu Mendikbud: Tanamkan Kejujuran sejak SD EDUKASI - 1 minggu lalu UGM dan Universitas Helsinki Gelar Seminar Bertema Resistensi Antibiotik di Lingkungan EDUKASI - 2 minggu lalu Guru Terkendala Fasilitas, Pengangkatan Tenaga Honorer Dipertimbangkan EDUKASI - 2 minggu lalu Menyindir EDUKASI - 2 minggu lalu Dua Siswa Indonesia Raih Medali di Rusia EDUKASI - 2 minggu lalu Gerakan Literasi Dorong Siswa dan Guru Berkarya EDUKASI - 3 minggu lalu Siapa dan Apa Ajaran Ki Hadjar Dewantara? EDUKASI - 3 minggu lalu Karena Kita Butuh Generasi Kesatria... EDUKASI - 3 minggu lalu Biaya Kuliah di Australia Bakal Semakin Mahal EDUKASI - 3 minggu lalu Penyesalan EDUKASI - 4 minggu lalu Load More BACK TO TOP News Ekonomi Bola Tekno Entertainment Otomotif Health Female Properti Travel Edukasi Foto Video TV VIK Forum About Policy Contact Us Career Pedoman Media Siber ©2017 PT. Kompas Cyber Media